Posts

Showing posts from 2017

Sabang Dan Pengantin Baru

Image
Lima hari yang lalu saya dikunjungi oleh sepupu dari luar Aceh yang sudah lama mengadu nasib ke negeri tetangga, Malaysia, ia baru saja melepas masa lajangnya dengan mempersunting seorang gadis dari Sibolga. Rencananya ia mau liburan ke Sabang sebelum perhelatan acara pernikahannya kembali digelar untuk kedua kalinya di kampung halaman. Bermodalkan motor Beat, pengantin baru itu berangkat ke Banda Aceh pada hari Senin. Setibanya di daerah Patek  kabupaten Aceh Jaya, mereka memutuskan untuk beristirahat disana terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan keesokan harinya. Kira-kira pukul 14:00 ba’da zuhur hari Selasa, saya ditelpon karena ternyata mereka sudah tiba di Banda Aceh, tepatnya di Museum Tsunami. Mereka tidak tau alamat rumah saya sehingga tempat itulah yang menjadi sasaran singgah sementara. Telepon saya tutup, saya segera bergegas menyusul mereka dengan Supra X yang selama ini sudah menemani masa perantauan saya di Banda Aceh. 30 menit k...

Sabang, Kau Membuat Ku Dalam Masalah!

Image
             Aku adalah seorang mahasiswi yang dulunya kuliah disalah satu kampus negeri di Provinsi Aceh. Mempunyai hobi  travelling  membuatku memilih bekerja  part-time ­ sebagai  tourist guide agent  atau pemandu wisata yang mencakup seluruh wilayah provinsi Aceh. Bagiku kegiatan ini malah bukan aku artikan sebagai sebuah pekerjaan melainkan sebuah hobi. Adakah hal yang lebih menyenangkan selain hobi yang dibayar? Ini adalah pengalaman pribadi yang penulis alami ketika bertugas untuk pertama kalinya sebagai pemandu wisata. Pengalaman bermakna yang bermodalkan keberanian dan negosiasi. Walaupun berperan sebagai  new comer  di dunia tourism ini, tapi aku dituntut supaya bisa meyakinkan wisatawan bahwa aku adalah  tourist guide  yang  professional .          Alhasil begitu banyak hal-hal tidak terduga mewarnai perjalanan pertamaku ini. Sebagai informasi, klien kami ...

Jembatan Kata Penghubung Indonesia

“Indonesia tanah air beta,   pusaka abadi nan-jaya, Indonesia sejak dulu kala, selalu di puja-puja bangsa” Indonesia adalah tubuh yang satu. Jika salah satu anggota badannya terluka, yang lainpun ikut menderita.   Layaknya mata dan tangan, ketika bulir Kristal itu mengalir, dengan serta merta akan hadir tangan yang lembut untuk menghapus air mata. Inilah Indonesia, inilah karakter bangsa kita. Jika kita putar kembali memori, menapaki kilas balik perjalanan Indonesia dalam kebhinnekaannya, sungguh trenyuh rasanya. Bagaimana tidak? Negara yang mempunya lebih dari 1.340 suku, 1211 bahasa dan 17.504 pulau serta memiliki 6 Agama ini bisa dengan kekarnya berdiri, bersatu dan bisa hidup berdampingan saling bahu membahu menuju Indonesia berjaya. Kalau bukan karna Indonesia, mustahil Aceh bisa bangkit, kalau bukan karena Indonesia mustahil Jogja bisa pulih, kalau bukan karna Indonesia mustahil Poso, Papua, Padang dan lain sebagainya bisa berdiri tegak kembali menat...

Edukasi Bencana Bersama Starside (Disaster Risk Reduction for Resilience)

Image
As a mentor at Gita Siaga post StarSide merupakan sebuah komunitas relawan yang fokus pada edukasi kebencanaan untuk anak-anak. StarSide sendiri adalah anagram dari “Disaster”. Harapannya, meskipun kita tak bisa mengelak ancaman dan resiko bencana yang terjadi, paling tidak kita bisa membekali diri dengan ilmu dan kesiapsiagaan dalam menghadapinya. Karena sering kali korban banyak berjatuhan ketika bencana justru disebabkan karena minimnya pengetahuan tentang jenis bencana itu sendiri. Pendidikan kebencana an dilakukan lewat sebuah event 1-2 hari. Di dalam event ini terdapat pos-pos yang masing-masing mengajarkan pengetahuan dan keterampilan kebencanaan lewat permainan dan simulasi. Ada pos Tas darurat, Gita siaga, Pertolongan Pertama, Putar Otak, Pelampung Darurat dan Simulasi Ceria. Ada juga beberapa Pos lain yang tidak di aplikasikan di Aceh karna semua kegiatan kami coba sesuaikan dengan kearifan lokal. Konsep dasar pendidikan bencana yang digunakan dalam kegiatan ini di...

Antara Merdu VS Sumbang

Ada seorang anak yang baru selesai main lumpur, dengan kondisi tangan yang belepotan kotor pulang ke rumah. Kebetulan di rumah si ibu sedang membuat kue, katakanlah kue Bolu. Dengan nada memelas si anak meminta sepotong kue kepada ibunya. Menurut mu, apakah kuenya akan diberikan kepada si anak? Bukankah ibu yang baik ia yang menyuruh anaknya mencuci tangannya terlebih dahulu? bila perlu pakai sabun yang banyak supaya kumannya benar-benar hilang dan tangannya benar-benar bersih. Atau misalnya, pada hari minggu selesai joging di Blang Padang (red; tempat hits anak muda Banda Aceh) kamu duduk2 makan semangkok bubur ayam. Tiba2 datang seorang pengamen yang melantunkan lagu andalannya. Maaf cakap ni, kamu tak sanggup dengar lagu yang ia dendangkan, lantaran ia memiliki suara layaknya "kaset rusak", alias sumbang. Saya yakin dengan segera kamu akan mengeluarkan recehanmu supaya dia cepat berlalu dari hadapan. Namun, akan beda ceritanya seandainya si pengamen ini memiliki suara y...