Sabang Dan Pengantin Baru
Lima hari yang lalu saya dikunjungi oleh sepupu dari luar Aceh yang sudah lama mengadu nasib ke negeri tetangga, Malaysia, ia baru saja melepas masa lajangnya dengan mempersunting seorang gadis dari Sibolga. Rencananya ia mau liburan ke Sabang sebelum perhelatan acara pernikahannya kembali digelar untuk kedua kalinya di kampung halaman. Bermodalkan motor Beat, pengantin baru itu berangkat ke Banda Aceh pada hari Senin. Setibanya di daerah Patek kabupaten Aceh Jaya, mereka memutuskan untuk beristirahat disana terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan keesokan harinya. Kira-kira pukul 14:00 ba’da zuhur hari Selasa, saya ditelpon karena ternyata mereka sudah tiba di Banda Aceh, tepatnya di Museum Tsunami. Mereka tidak tau alamat rumah saya sehingga tempat itulah yang menjadi sasaran singgah sementara. Telepon saya tutup, saya segera bergegas menyusul mereka dengan Supra X yang selama ini sudah menemani masa perantauan saya di Banda Aceh. 30 menit k...