Jembatan Kata Penghubung Indonesia
“Indonesia tanah air beta,
pusaka abadi
nan-jaya,
Indonesia sejak dulu kala,
selalu di puja-puja bangsa”
Indonesia adalah tubuh yang satu. Jika salah satu anggota
badannya terluka, yang lainpun ikut menderita. Layaknya mata dan tangan, ketika bulir Kristal
itu mengalir, dengan serta merta akan hadir tangan yang lembut untuk menghapus
air mata. Inilah Indonesia, inilah karakter bangsa kita.
Jika kita putar kembali memori, menapaki kilas balik
perjalanan Indonesia dalam kebhinnekaannya, sungguh trenyuh rasanya. Bagaimana tidak?
Negara yang mempunya lebih dari 1.340 suku, 1211 bahasa dan 17.504 pulau serta
memiliki 6 Agama ini bisa dengan kekarnya berdiri, bersatu dan bisa hidup
berdampingan saling bahu membahu menuju Indonesia berjaya.
Kalau bukan karna Indonesia, mustahil Aceh bisa bangkit,
kalau bukan karena Indonesia mustahil Jogja bisa pulih, kalau bukan karna Indonesia
mustahil Poso, Papua, Padang dan lain sebagainya bisa berdiri tegak kembali
menatap masa depan yang lebih cerah. Inilah Indonesia, inilah watak bangsa
kita.
Masih jelas terkenang bagaimana pahitnya Aceh beberapa dekade
yang silam, bermandi air mata, berteman penderitaan, terpisah dengan sanak
saudara, berselisih paham dengan sesama. Namun perlahan tapi pasti Aceh
bangkit, berkat spirit kerja sama Indonesia, ia mulai menampakkan kembali
senyum khasnya, bak seulanga yang
sedang mekar, layaknya sakura pada
musimnya. Aceh kembali menemukan jati diri, yaitu spirit Islam, budaya dan Ilmu
pengetahuan (KBA:2017)
Masih terbayang dimata bagaimana Jogja diluluh lantakkan pada
27 Mei 2006 lalu, jiwa mereka terguncang bersama dengan bangunannya yang terporak-poranda.
Namun lagi-lagi, semangat saling bahu membahu masyarakat Indonesia tidak bisa
diremehkan. Dengan sigap seluruh pelosok nusantara seolah saling tersengat arus
yang sama untuk membantu dan memulihkan kembali hati saudaranya dibelahan bumi
lainnya.
Inilah Indonesia, inilah harga mati prinsip negeri ini. Semoga
dengan 72 tahun NKRI berdiri, seiring tuanya umur bumi pertiwi, semangat kerja
sama kita semakin kokoh. Semakin terdepan dalam segala hal. Sudah saatnya kita
bersuara (red:menulis), kita teriakan suara kemerdekaan itu selantang-lantangnya, kemerdekaan
dalam segala bidang, pendidikan, ekonomi,
politik, kesehatan, pertahanan, dan lain sebagainya. Karena kata adalah jembatan
penghubung Indonesia.
Dirgahayu Indonesia ku!
Dirgahayu Indonesia ku!
Comments