Sabang Dan Pengantin Baru

Lima hari yang lalu saya dikunjungi oleh sepupu dari luar Aceh yang sudah lama mengadu nasib ke negeri tetangga, Malaysia, ia baru saja melepas masa lajangnya dengan mempersunting seorang gadis dari Sibolga. Rencananya ia mau liburan ke Sabang sebelum perhelatan acara pernikahannya kembali digelar untuk kedua kalinya di kampung halaman.

Bermodalkan motor Beat, pengantin baru itu berangkat ke Banda Aceh pada hari Senin. Setibanya di daerah Patek  kabupaten Aceh Jaya, mereka memutuskan untuk beristirahat disana terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan keesokan harinya.

Kira-kira pukul 14:00 ba’da zuhur hari Selasa, saya ditelpon karena ternyata mereka sudah tiba di Banda Aceh, tepatnya di Museum Tsunami. Mereka tidak tau alamat rumah saya sehingga tempat itulah yang menjadi sasaran singgah sementara.

Telepon saya tutup, saya segera bergegas menyusul mereka dengan Supra X yang selama ini sudah menemani masa perantauan saya di Banda Aceh. 30 menit kemudian, saya sudah tiba di bangunan megah yang di desain oleh walikota Bandung itu (Red: Ridwan Kamil). Segera saja saya salim mereka berdua sebagai bentuk ta’zim kepada orang yang lebih tua. Untuk menutup hari dengan sisa  waktu yang ada, saya mengajak mereka mengunjungi objek wisata sakral di Banda Aceh yaitu Mesjid Raya Baitur Rahman.

Menghabiskan waktu sampai malam hari di Mesjid Raya Baiturrahman

Perjalanan ke Sabang.

Keesokan harinya kami siap berangkat ke Sabang, yaitu sebuah pulau yang berada di ujung barat Indonesia, pulau yang mempunyai sejuta pesona, alamnya, lautnya, gunung-gunung, pantai bahkan bermacam  situs sejarah yang terletak di beberapa sudut kota. Pulau Weh ini tepat berada di pintu masuk selat melaka,  jauh sebelum daerah lain seperti  Singapura dan Batam berkembang, Sabang telah menjadi pelabuhan utama dan pelabuhan bebas dalam peta perdagangan dunia internasional. Pantas saja  para penjajah dulunya  menjadikan Sabang sebagai pulau pertahanan utama.



Di atas Kapal KMP BRR Menuju Sabang bersama Dara Baroe (Pengantin Baru Wanita)
Kembali ke laptop, begitu tiba di Sabang kami hanya beristirahat beberapa menit saja sebelum kemudian petualangan menjelajahi pulau nan-mungil ini dimulai. Sebagai saudara yang baik yang telah sering menjadi guide bagi tamu asing sudah sepantasnya sekarang saya membantu pengantin baru ini mengunjungi beberapa spot menarik disini seperti menikmati keeksotisan Pantai Gapang, Pantai Iboih, Snorkling di Pulau Rubiah, mengunjungi titik 0 KM Indonesia, Goa Sarang, Bunker Jepang, Sabang Fair  dan lain sebagainya, terlalu banyak objek wisata yang bisa kita kunjungi disini, apalagi untuk mereka yang hendak berbulan madu, rasanya Sabang memang surga dunia kalau saja orang diluar sana tau dengan melihat dan merasakan sendiri sensasi itu.

Titik Nol KM Indonesia baru saja dicat ulang dalam rangka menyambut event Sail Sabang 2017
Sangat tepat memang kalau pada akhir tahun 2017 ini di Sabang akan di gelar acara akbar yaitu Sail Sabang dimana bermacam agenda telah dipersiapkan, seperti Jambore Iptek, International Free Diving Competition, Sabang Underwater  Photo Contest, Sabang Carnival, Kapal Pemuda Nusantara, Aceh Culinary and Coffee Festival, Sabang Wonderful Expo and Marine Expo, Sales Mission Cruise Operator and Yacht, juga Seminar Wisata Bahari. Kalian bisa melihat berbagai rangkaian acara ter-akbar itu di situs resmi Disbudpar Aceh atau Aceh Tourism Travel, ini merupakan salah satu agenda rutin Sail Indonesia tiap tahun yang dinaungi oleh beberapa kementerian sekaligus, mulai dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dimana sebelumnya ada Sail Komodo pada tahun 2013, Sail Raja Ampat 2014, Sail Tomini 2015 dan terakhir Sail Karimata 2016”.

Sepanjang perjalanan dua sejoli itu tanpa henti-hentinya memuji dan kagum akan keindahan Sabang, secara pelan namun terdengar mereka berbisik "Memang benar Sabang itu Santai Banget, apalagi buat pengantin baru seperti kita", "Uuuuh" lega rasanya, berarti lagi-lagi aku tidak mengecewakan klien ku, walaupun perjalanan kali ini aku tak dibayar sama sekali, bisa mengenalkan Sabang kepada mereka saja aku sudah sangat senang rasanya.
Oh iya sebagai informasi, untuk mempermudah transportasi para wisatawan yang berkunjung ke Aceh, kalian bisa menggunakan jasa Taxi Aceh. sehingga perjalananmu menjadi aman dan nyaman.

Comments

What an awesome writing. 😀
Keep on the good work.
Rivan Dewana said…
https://wahannabelajar.blogspot.com/

Popular posts from this blog

Simple Steps for Healthy Diet

Sabang, Kau Membuat Ku Dalam Masalah!

"The Subtle Art of Not Giving a F*ck" in My Version